Thursday, May 22, 2014

SEORANG "KESATRIA"


Seorang kesatria harus jujur
Mengakui kesalahan, menyatakan ketidakbisaan,
Seorang kesatria harus berlapang hati, menerima ketidaksempurnaan, menyadari bahwa kesempurnaan itu hanya milikNya.
Seorang kesatria harus melihat, bahwasanya apa yang tak terlihat bukan berarti tidak ada.
Kesatria tidak berbohong pada diri sendiri, atau berhianat pada hatinya.
Pilihan seorang kesatria adalah yang terbaik, semua yang dilakukannya atas dasar tujuan yang mulia.
Kesatria sejati siap bertanggung jawab atas semua tindakannya, tidak mengeluh, tidak berdalih.
Pantang bagi seorang kesatria lari dari masalah. Baginya melawan dan mati lebih baik daripada nyaman dalam pelarian, kemudian pelan pelan mati karna kelelahan.
Janji seorang kesatria adalah suci, baginya jika bilang tidak, sampai mati harus tidak.
Kesatria tak lepas dari kesalahan, kekhilafan, dan kebodohan. Namun ia tak lantas bersembunyi dibalik kebohongan, ia tak menunda memperbaiki apa yang telah dirusaknya.
Bagi seorang kesatria, memperjuangkan hal yang benar lebih berarti dari sekedar pujian dan penghargaan, bahkan jika harus dia dikata cela oleh semua orang, dia akan bahagia dengan caranya sendiri.

Sejatinya, seorang kesatria adalah pejuang. Menyerah bukanlah sifatnya, bahkan jika harus sampai berdarah-darah, ia tak segan untuk mempertahankan. Semangatnya tak luntur semudah lilin yang leleh karena api. Daya juangnya tak pecah semudah gelas yang jatuh ke lantai.

Dan Kesatria itu adalah seseorang yang kau lihat didalam cermin, menatapmu.

0 comments:

Post a Comment