Wednesday, May 21, 2014

Bitter fate

Demikianlah Tuhan mengatur pertemuan dan perpisahan,
Tak ada yang tahu,
Kita hanya satu dari sekian angka yang tak terbatas jumlahnya.
Siapa yang sangka Tiba-tiba ada suatu hari yang berbeda dari hari2 lain
Itu adalah hari dimana kita bertemu.
Aku sadar sejak hari itu, semua terasa berbeda.
Saat itu Jika ada orang yang merasa paling beruntung didunia, kupikir itu adalah aku, dan kau adalah alasannya.
Tapi benarlah lirik lagu yg pernah ku dengar "the good things never last", bahwa kebahagiaan itu sementara.
Baru saja aku merasa menjadi orang paling bahagia, dan aku harus merelakannya pergi.
Layaknya angin yang mengangkatku tinggi2, dan melepasku menghempas bumi.
Dan sejak saat itu semua dariku berubah. Aku hanya menjadi aku yang tak pernah lupa merindukanmu, sesuatu yang kupikir tak kan prnah kusentuh lagi. Kita berpisah.
Dengan hati yang seremuk itu, aku berjuang membunuh rindu demi rindu, tak jarang aku mendengar desiran ombak dan angin pantai seperti saat kau bersamaku dan menggenggam tanganku.
Tapi aku sadar itu sekedar angan dan aku pun terbangun dan lagi harus menatap  kenyataan, kau telah pergi.
Demikianlah hari demi hari berlalu, tak ada yang berubah dari perasaanku tentangmu.

0 comments:

Post a Comment